والقلم وما يسطرون ▌♥♥♥♥♥♥♥♥♥PINGOOMOSLEM GIVING, SHARING, INVITATION TO THE TRUTH♥♥♥♥♥♥♥♥♥ ▌والقلم وما يسطرون
((( Status is Connected )))

Now Loading...


Design By :
PingooMoslem™
(Help)(Close)
^_^
Clock update...
WARNA DAN UKURAN HURUF

Indahnya Surga Dan Dahsyatnya Neraka

Bagikan artikel ini :
Print
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh



Saudaraku yang semoga dirahmati oleh Allah, sesungguhnya orang yang tidak mengenal kemuliaan akhirat dan malas beribadah akan menganggap dunia ini sebagai negeri yang senantiasa ia tempati. Ia selalu merasa kurang terhadap apa yang dimilikinya, tidak pernah merasa cukup mengejar dunia sampai segala keinginannya terpenuhi. Padahal, apa yang ia usahakan, berupa harta, anak, dan lain-lain, semua itu tidak akan pernah menimbulkan kepuasan pada dirinya, bahkan mampu membawa kesengsaraan baginya. Seharusnya dia menyadari bahwa sebentar lagi kematian akan menghampirinya. Adapun orang yang mendapat taufik, dia menyadari bahwa dunia dan segala keindahannya itu hanyalah tipuan belaka, sehingga dia tidak terperdaya bahkan sebaliknya akan bergegas menuju ampunan Allah serta surga yang seluas langit dan bumi, yang dipersiapkan bagi orang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

=> Indahnya Surga

Saudaraku …
Bersegeralah menuju ampunan Rabb kalian dan surga yang seluas langit dan bumi. Di dalamnya terdapat berbagai kenikmatan yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, ataupun terbetik di hati seorangpun.
Hal ini sebagaimana dibenarkan oleh firman Allah ‘azza wa jalla yang artinya, “Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam ni’mat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (As Sajdah : 17).

Di antara kenikmatan di surga yang Allah dan Rasul-Nya telah perkenalkan pada kita adalah :

1. Merasakan nikmatnya sungai susu, arak, dan madu, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman yang artinya,” (Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamer (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring.” (Muhammad : 15).
2. Mendapatkan isteri yang masih belia dan berumur sebaya, sebagaimana firman Allah yang artinya, ”Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa mendapat kemenangan, (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis remaja yang sebaya.” (An Naba’ : 31-33).
3. Hidup kekal dengan nikmat lahir dan batin, sebagaimana Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Siapa yang masuk surga selalu merasa nikmat, tidak pernah susah, pakaiannya tidak pernah cacat, dan kepemudaannya tidak pernah sirna.” (HR. Muslim).
4. Diberi umur muda, sebagaimana Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Ahli surga, berbadan indah tanpa bulu, matanya indah bercelak, umurnya 30 atau 33 tahun.” (Shohihul Jaami’).
5. Memandang wajah Allah yang mulia, sebagaimana diriwayatkan dari Shuhaib, bahwa Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika surga telah dimasuki oleh para penghuninya, ada yang menyeru : ‘Wahai penduduk surga, sesungguhnya Allah mempunyai suatu janji untuk kalian yang janji tersebut berada di sisi Allah, di mana Dia ingin menuaikannya.’ Mereka berkata : ‘Apakah itu? Bukankah Dia telah memberatkan timbangan-timbangan kami, memasukkan kami ke surga, dan menyelamatkan kami dari neraka?’ Beliau melanjutkan : ‘Maka Allah menyingkapkan hijabnya (tabirnya), sehingga mereka melihat-Nya (wajah Allah). Demi Allah, Allah belum pernah memberikan sesuatu pun yang lebih mereka cintai dan menyejukkan pandangan mereka daripada melihat-Nya.” (HR. Muslim).

Masih banyak sekali ayat dan hadits lainnya yang menerangkan tentang sifat-sifat surga, kenikmatannya, kesenangannya, kebahagiannya, dan keelokannya. Semoga Allah menjadikan kita sebagai penghuninya.

KEBARADAAN SURGA

Bagi orang beriman surga itu diyakini ada. Keberadaan surga ditunjukkan
dengan dalil dari al-Qur'an dan as-Sunnah.

Dari Al-Qur'an salah satunya adalah, firman Allah subhanahu wata'ala,
artinya,

"Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang
asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada
surga tempat tinggal." (QS. 53:13-15)

Disebutkan di dalam as-Shahihain (riwayat al-Bukhari dan Muslim) dari
hadits Anas radhiyallahu 'anhu dalam kisah Isra' Mi'raj bahwa Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam melihat Sidratil Muntaha dan melihat di
sisinya ada Jannatul Ma'wa. Beliau bersabda,

"Kemudian Jibril membawaku pergi hingga berhenti d Sidratil Muntaha,
maka Sidratil Muntaha itu diliputi warna-warni yang aku sendiri tidak
mengetahui apa itu. Lalu beliau bersabda, "Kemudian aku masuk ke dalam
surga dan ternyata di dalamnya bertahtakan mutiara dan debunya terbuat
dari misik." (HR al-Bukhari dan Muslim)

Dan di dalam riwayat lain dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu, Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

"Sesungguhnya salah seorang di antara kalian apabila mati maka akan
diperlihatkan kepadanya tempat kembalinya setiap pagi dan sore. Kalau
diperlihatkan bahwa dia termasuk penghuni neraka, maka dia akan menjadi
penghuni neraka. Dan Jika diperlihatkan sebagai penghuni surga, maka dia
akan menjadi penghuni surga. Lalu dikatakan, "Inilah tempatmu hingga
Allah membangkitkanmu pada hari Kiamat." (HR al-Bukhari dan Muslim)

PINTU-PINTU SURGA

Allah subhanahu wata'ala berfirman, artinya,
"Dan orang-orang yang bertaqwa kepada Rabbnya dibawa ke surga
berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu
sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka
penjaga-penjaganya, "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah
kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya" (QS.
Az-Zumar:73)

Di dalam ayat ini Allah subhanahu wata'ala menyebutkan bahwa surga
memiliki pintu-pintu, sebagaimana juga neraka. Dan pintu-pintu surga
apabila nanti telah terbuka, maka akan terus dibiarkan terbuka tidak
sebagaimana pintu neraka, ia akan ditutup rapat sebab neraka merupakan
penjara. Allah subhanahu wata'ala berfirman, artinya,
"Ini adalah kehormatan (bagi mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang
yang bertaqwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik, (yaitu)
surga 'Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka." (QS. 38:49-50)

Adapun neraka, maka tidak demikian, sebagaimana firman Allah subhanahu
wata'ala,
"(Yaitu) api (disediakan) Allah yang dinyalakan, yang (naik) sampai ke
hati. Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka." (QS. 104:6-8)

Rahasia di balik terbukanya pintu surga bagi para penghuninya adalah
karena mereka dapat mondar-mandir, datang dan pergi ke mana saja sesuka
mereka. Dan yang ke dua adalah karena malaikat masuk ke dalam surga
setiap waktu dengan penuh sikap lembut dan ramah. Ini menunjukkan bahwa
surga merupakan tempat aman dan kedamaian yang tidak butuh untuk dikunci
(ditutup) pintunya.

Di dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Di dalam surga terdapat delapan pintu, salah satunya sebuah pintu yang
disebut dengan "ar-Rayyan". Tidak memasuki pintu tersebut kecuali
orang-orang yang berpuasa."
Buat yang rajin puasa sunnah lewat sini pintu ini nih pak :)

DIMANAKAH SURGA BERADA?

Allah subhanahu wata'ala berfirman, artinya,

"Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang
asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada
surga tempat tinggal." (QS. 53:13-15)

Ayat ini menunjukkan bahwa surga itu berada di atas langit, karena
Sidratil Muntaha berada di atas langit. Dan juga firman Allah subhanahu
wata'ala, artinya,

"Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezkimu dan terdapat (pula) apa
yang dijanjikan kepadamu." (QS. 51:22)

Imam Mujahid berkata, "Yang dimaksudkan adalah surga." Dan Ibnu Abbas
radhiyallahu 'anhu juga berkata, " Surga itu berada di atas langit yang
ke tujuh."

KUNCI SURGA

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Kunci Surga adalah persaksian tiada ilah yang berhak disembah kecuali
Allah." (HR Ahmad 5/242). Dikatakan kepada Wahb bin Munabbih, "Bukankah
kunci surga itu adalah kalimat la ilaha illallah? Maka dia menjawab, "
Ya, akan tetapi tiadalah suatu kunci itu kecuali dia mempunyai
gigi-gigi. Jika engkau datang dengan kunci yang bergigi, maka surga akan
terbuka, jika tidak, maka tidak akan terbuka. Beliau memaksudkan dengan
gigi di sini adalah rukun-rukun Islam.

Kunci ini sudah pernah dibahas di artikel sebelumnya di milis ini. Silah
ditengok lagi kalo mau.

JALAN MENUJU SURGA

Jalan menuju surga telah disepakati oleh para rasul dari awal hingga
akhir hanyaLah satu. Sedangkan jalan ke neraka amatlah banyak tidak
terhitung. Oleh karena itu Allah subhanahu wata'ala menyebutkan bahwa
jalan yang lurus itu hanyalah satu dan menyebutkan jalan kesesatan
adalah banyak. Allah subhanahu wata'ala berfirman, artinya,

"Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka
ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain),
karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang
demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa." (QS. Al
an'am 153)

Dan Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu pernah berkata, "Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam membuatkan kami sebuah garis lurus lalu
bersabda, "Ini adalah jalan Allah". Kemudian beliau membuat banyak garis
di sebelah kanan dan kirinya lalu bersabda, "Ini adalah jalan-jalan, dan
pada setiap jalan itu terdapat syetan yang menyeru ke sana." Lalu beliau
membacakan ayat tersebut di atas.

Jika ada yang bertanya tentang amal dan jalan menuju ke surga, maka jawabannya telah Allah berikan secara jelas dalam wahyu yang diturunkan kepada Rasul-Nya yang mulia.

Di antaranya sebagaimana yang Allah jelaskan dalam surat Al Mu’minuun ayat 1-11. Beberapa sifat-sifat penghuni surga -semoga Allah menjadikan kita sebagai penghuninya- dari ayat tersebut adalah:

Pertama, beriman kepada Alloh dan perkara-perkara yang wajib diimani dengan keimanan yang mewajibkan penerimaan, ketundukan, dan kepatuhan.
Kedua, khusyu’ dalam sholatnya yaitu hatinya hadir dan anggota tubuhnya tenang.
Ketiga, menjauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia (yang tidak mempunyai faedah dan kebaikan).

Keempat, menunaikan zakat yaitu bagian harta yang wajib dikeluarkan atau mensucikan jiwa mereka (karena salah satu makna zakat adalah bersuci) berupa perkataan dan perbuatan.

Kelima, menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri dan budaknya.

Keenam, memelihara amanah yang dipercayakan dan memenuhi janjinya baik kepada Alloh, kepada sesama mukmin, ataupun kepada makhluk lainnya.
Ketujuh, melaksanakan sholat pada waktunya, sesuai dengan bentuknya yang sempurna, dengan memenuhi syarat, rukun, dan kewajibannya.

Selain ayat di atas, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam juga telah menjelaskan tentang jalan menuju surga yaitu dengan menuntut ilmu syar’i. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Barangsiapa yang menempuh satu jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Alloh akan memudahkannya dalam menempuh jalan ke surga.” (HR. Muslim).

TINGKATAN SURGA

Surga memiliki tingkatan-tingkatan, sebagaimana firman Allah subhanahu
wata'ala, artinya,

"(Kedudukan) mereka itu bertingkat-tingkat di sisi Allah, dan Allah Maha
Melihat apa yang mereka kerjakan." (QS. 3:163)
Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan
memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Rabbnya dan ampunan serta
rejeki (nikmat) yang mulia." (QS. 8:4)

Tingkatan surga tertinggi adalah surga Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi
wasallam yaitu "Al Wasilah" sebagaimana dalam hadits riwayat imam Muslim
dari Amr bin al-Ash radhiyallahu 'anhu bahwa dia mendengar Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

"Apabila kalian mendengar muadzin (sedang adzan) maka ucapkanlah seperti
yang dia ucapkan kemudian bershalawatlah kepadaku, karena barangsiapa
yang bershalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat untuknya
sepuluh kali. Kemudian mintalah untukku Al-Wasilah, Karena ia merupakan
kedudukan di surga yang tidak layak kecuali hanya untuk seorang hamba
saja dari hamba-hamba Allah, dan aku berharap orang itu adalah aku.
Barangsiapa yang meminta untukku al-Wasilah maka dia berhak mendapatkan
syafa'atku." (HR. Muslim).

NAMA-NAMA SURGA

Surga biasanya disebut dengan Jannah, dan inilah nama yang umun
digunakan untuk menyebut tempat ini dan segala yang terdapat di dalamnya
berupa kenikmatan, kelezatan, kemewahan, dan kebahagiaan. Nama-nama lain
dari Surga di antaranya yaitu:

1. Darus Salam

Sebagaimana firman Allah subhanahu wata'ala, artinya,

"Bagi mereka (disediakan) Darussalam (surga) pada sisi Rabbnya dan
Dialah Pelindung mereka disebabkan amal-amal sholeh yang selalu mereka
kerjakan." (QS. 6:127)

Surga adalah Darussalam (negri keselamatan) dari segala musibah,
kecelakaan, dan segala hal yang tidak disukai, dan dia merupakan negri
Allah subhanahu wata'ala, diambil dari nama Allah "as-Salam". Allah
subhanahu wata'ala pun mengucapkan salam atas mereka,

"Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang
mereka minta. (Kepada mereka dikatakan), "Salam", sebagai ucapan selamat
dari Rabb Yang Maha Penyayang." (QS. 36:57-58)

2. Jannatu 'adn

Sebagaimana firman Allah subhanahu wata'ala, artinya,

"(Yaitu) surga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan
orang-orang yang sholeh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya, dan anak
cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari
semua pintu, (sambil mengucapkan), "Salamun 'alaikum bima shabartum".
Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu." (QS. 13:23-24)

3. Jannatul Khuld

Karena penduduknya kekal di dalamnya dan tidak akan berpindah ke alam
(tempat) lain. Allah subhanahu wata'ala berfirman, artinya,

"Katakanlah, "Apakah (azab) yang demikian itu yang baik, atau surga yang
kekal yang dijanjikan kepada orang- orang yang bertaqwa?" Surga itu
menjadi balasan dan tempat kembali bagi mereka." (QS. Al-Furqan:15)

4. Darul Muqamah

Sebagaimana firman Allah subhanahu wata'ala, artinya,

"Dan mereka berkata:"Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan
duka cita dari kami.Sesungguhnya Rabb kami benar-benar Maha Pengampun
lagi Maha Mensyukuri." Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal
(surga) dari karunia-Nya; di dalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada
pula merasa lesu". (QS. 35:34-35)

5. Jannatul Ma'wa, al-Ma'wa artinya adalah tempat menetap sebagaimana
firman Allah subhanahu wata'ala dalam surat an-Najm di atas. Disebut
demikian karena surga merupakan tempat menetapnya orang-orang mukmin

6. Jannatun Na'im

7. Al Muqamul Amin

Ya Allah, mudahkanlah kami untuk melaksanakan amalan-amalan ini dan teguhkanlah kami di atasnya.

=> Dahsyatnya Neraka

Saudaraku …
Kebalikan dari berbagai kenikmatan di atas, sebagian makhluk malah menuju neraka yang teramat panas. Dan Allah subhanahu wa ta’ala telah memperingatkan kepada kita tentang neraka dalam kitab-Nya dan melalui lisan Rosul-Nya. Alloh telah menggambarkan kepada kita tentang berbagai bentuk siksaan yang terdapat di dalamnya dengan penggambaran yang mampu membuat hati dan jantung ini serasa terbelah-belah. Maka perhatikanlah baik-baik terhadap apa yang datang dalam Al Qur’an dan As Sunnah tentang berbagai bentuk adzab (siksaan) di dalamnya.

Di antara siksaan-siksaan bagi penduduk neraka adalah :

1. Kulit mereka diganti dengan yang baru, sebagaimana Alloh berfirman yang artinya, “Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan adzab.” (An Nisa’ : 56).
2. Bara apinya membakar sampai ke hati, sebagaimana Alloh berfirman yang artinya, “(Yaitu) api (yang disediakan) Alloh yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati.” (Al Humazah : 6-7).
3. Mereka diseret ke neraka di atas wajah mereka, sebagaimana dalam firman-Nya yang artinya, “(Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka.” (Al Qomar : 48).
4. Minuman mereka seperti besi yang mendidih, sebagaimana Alloh berfirman yang artinya, “Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.” (Al Kahfi : 29).
5. Tubuh mereka membesar, sebagaimana sabda beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam yang artinya, “Gigi taring orang kafir besarnya seperti gunung uhud dan tebal kulit mereka seukuran tiga perjalanan.” (Shohihul Jaami’)

Begitu syadiid (keras) siksaan ini, lalu siksaan apa yang paling ringan bagi penghuni neraka? Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sesungguhnya penduduk neraka yang paling ringan siksanya ialah orang yang mengenakan dua sandal dari neraka lalu mendidih otaknya karena sangat mencekam panas dua sandalnya.” (HR. Muslim).

Wahai saudaraku … tidakkah kalian takut dengan siksa yang pedih dan dahsyat ini ??!

Sebab-Sebab Masuk Neraka

Perlu diketahui bahwa terdapat dua jenis sebab yang menyebabkan seseorang masuk neraka -semoga Alloh menyelamatkan kita darinya-.

Jenis pertama adalah sebab-sebab yang menyebabkan pelakunya tidak lagi beriman, menjadikannya kafir, sekaligus membuatnya kekal di neraka. Di antara sebab-sebab jenis pertama ini adalah :

Pertama, melakukan syirik akbar (besar), seperti bernadzar dan menyembelih kepada selain Alloh.

Kedua, kufur kepada Alloh, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rosul-Nya, hari akhir, serta qodho dan qodhar dengan cara mendustakan, menentang, ataupun meragukannya.

Ketiga, mengingkari kewajiban salah satu rukun Islam yang lima.

Keempat, mengolok-olok dan mencaci Alloh, agama-Nya, atau Rosul-Nya.

Kelima, berhukum dengan selain hukum Alloh dengan keyakinan hukum tersebut lebih benar dan lebih bermanfaat, atau setara dengan hukum Alloh, atau meyakini bolehnya hal tersebut.

Keenam, kemunafikan yaitu menyembunyikan kekafiran dalam hatinya, akan tetapi dia menampakkan diri seolah-olah seorang muslim.

Jenis kedua adalah sebab yang menyebabkan pelakunya berhak masuk neraka, namun tidak kekal di dalamnya. Di antaranya ialah : durhaka pada kedua orang tua, memutuskan silaturahmi, memakan riba, memakan harta anak yatim, bersaksi palsu, dan sumpah palsu.

Ya Alloh, selamatkanlah kami dari neraka, lindungilah kami dari negeri yang penuh kehinaan dan kerusakan, dan tempatkanlah kami di negeri orang yang berbakti dan bertakwa.

Yang sangat membutuhkan ampunan dan rahmat Rabbnya
Rezky Achmadi Sholeh

Note:
Sumber: Buku "Biladul Afrah", Sulaiman bin Shalih al-Khurasyi, Gambaran
surga secara ringkas dari kitab "Hadil Arwah" Imam Ibnul Qayyim.


~::Semoga Bermanfaat dan dapat di ambil Hikmah-Nya...::~

Anda menyukai artikel ini?

Baca juga artikel,
Turbo Experimental for internet Smartfren...

✎ Smartfren Turbo Experiment

ATTENTION PLEASE!

Image

Demi memperbaiki dan mengembangkan blog ini agar menjadi lebih baik, Apabila Anda menemukan link yang mati/sudah tidak berfungsi atau gambar yang sudah tidak muncul/expire,
silahkan hubungi kami disini. Laporan Anda sangat berguna pada perkembangan blog ini. Terima kasih atas perhatiannyathanks


Berlangganan Gratis via Email

Dapatkan artikel dan info di blog ini langsung dari email Anda.
Isikan alamat email Anda di bawah ini :


▂ ▃ ▅ ▆ █ Artikel Yang Terkait █ ▆ ▅ ▃ ▂

0 comments:

PingooMoslem Center

Merupakan suatu kehormatan bagi kami jika Anda menjadi orang yang paling pertama menuliskan komentar, baik berupa pujian, masukan, kritikan, maupun pertanyaan di kolom komentar yang terletak di bawah kotak ini.
Tak ada yang bisa saya berikan selain ucapan terima kasih karena telah memberikan apresiasi terhadap artikel ini.

Terima kasih, komentar Anda sangat berarti bagi kami PingooMoslem

♥ Expresikan Komentar Anda Dengan Emoticon Ini ♥

Ex:=> Ketik :9

:1 :2 :3 :4 :5 :6 :7 :8 :9 :a1 :a2 :a3 :a4 :a5 :a6 :e9 :a8 :c8 :b1 :b2 :b3 :d4 :b5 :b6
(+) Lebih Banyak Emoticon...

Post a Comment


PingooMoslem™

CopyRight© Rezky, All Rights Reserved.